Kamis, 27 Oktober 2016

Tantangan Baru Calon Jurnalis

Rabu, 19 Oktober 2016 diadakan kuliah umum di ruang teatrikal fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Kuliah umum bertema besar "Prospek dan Tantangan Jurnalis di Era Digital" ini diikuti oleh mahasiswa semester 1 dan 3 jurusan KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam).
            Penyaji materi kuliah umum adalah Ibu Hj. Sri Syamsiyah, S.Sos. M.Si., beliau adalah kepala desk SKH Solo Metro di harian surat kabar Suara Merdeka.
Walaupun harus datang terlambat karena terjadi kecelakaan yang mengakibatkan macet di jalan, Ibu Hj. Sri Syamsiyah tetap semangat mengisi acara pagi itu. Beliau yang telah berkecimpung lama dalam dunia kejurnalistikan mencoba membagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa-mahasiswi KPI sebagai para calon jurnalis.
Jumlah mahasiswa yang datang dalam kuliah umum terbilang cukup banyak. Tema menarik yang diangkat membangkitkan antusiasme mahasiswa untuk hadir dan turut berpartisispasi secara aktif. Terbukti dengan banyaknya jumlah penanya selama forum tanya-jawab. Beberapa orang bahkan harus rela menyimpan kembali pertanyaannya karena jatah waktu kuliah umum telah usai.
Ibu Hj. Sri Syamsiyah memberikan beberapa materi tentang gambaran dunia jurnalistik di era digital seperti sekarang. Apa saja tantangannya dan bagaimana seharusnya cara seorang jurnalis menyesuaikan diri. Lebih dalam lagi, pemateri juga menjabarkan kenyataan dunia surat kabar zaman sekarang melalui jawabannya dari pertanyaan  salah seorang audien. Dunia pemberitaan zaman sekarang dianggap sudah tidak lagi berada pada fungsinya yakni menyiarkan berita kepada khalayak luas. Dunia pemberitaan baik itu cetak maupun elektrolik, sama-sama telah dikuasia oleh komersialisme media massa.
"Tinggal bagaimana pilihan kita. Berdiri sendiri secara independen dan berusaha meluruskan fungsi media tersebut dari luar atau masuk menjadi bagian di dalamnya sambil berusaha memperbaiki dari dalam."
Materi-materi yang disajikan oleh pemateri kuliah umum antara lain tentang prospek media massa yang dapat dimanfaatkan oleh para calon jurnalis muda. Kenyataan bahwa media massa mempengaruhi cara berpikir masyarakat, bisa digunakan sebagai media dakwah Islam melalui berbagai kajian. Kajian muslim melalui media massa adalah pada bidang makanan, tour and travel, hotel, obat, kosmetik, mode dan media itu sendiri.
"Menjadi jurnalis berarti juga turut mencatatkan sejarah, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pelaku sejarah, kita harus meraih kesempatan ini sebaik mungkin," tutur beliau. Sebelum terjun ke dalam dunia jurnalistik, hendaknya calon jurnalis menyiapkan fondasi berupa niat dan tekad, keterampilan, kreatifitas dan keahlian. Disamping itu ia juga harus mencari tahu apa fungsi pers dan etika di dalamnya. Perlu diketahui bahwa pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memenuhi kebutuhan informasi yang lengkap dan akurat tanpa memnimbulkan lagi pertanyaan.
Menulis adalah cerminan dari rasa syukur terhadap apa yang telah kita miliki. Menulis juga merupakan cara berbagi dengan orang lain, mendidik, memberi informasi, inspirasi, kontrol sosial, hiburan dan lain sebagainya. Banyak sekali orang yang membutuhkan uluran tangan para jurnalis. Memang bukan berupa materi, hanya penyebaran informasi bahwa disekitar kita ada orang yang membutuhkan pertolongan. Namun tanpa jurnalis, berita ini tidak akan sampai kepada calon penolong.
Sayangnya dunia kejurnalistikan zaman sekarang semakin diwarnai dengan berbagai jenis tantangan. Saingan-saingan penyaji berita semakin ketat karena perkembangan teknologi dan pertambahan jenis media massa. Ditambah dengan cara konsumsi masyarakat yang cenderung terseret arus globalisasi. Kondisi tersebut seharusnya menjadikan kita lebih berpikir maju. Tekhnologi bisa dimanfaatkan dan diambil pengaruh positifnya seperti kecepatan penyebaran informasi dan kemampuan percetakan mencetak media-media menjadi lebih berwarna dan menarik. Bukan sebaliknya membuat para jurnalis malas mengejar berita. Tekhnologi adalah sebuah alat yang jangan sampai memperbudak kita.
Selain itu Ibu Hj. Sri Syamsiyah juga menjamin lulusan prodi KPI akan mudah mendapat pekerjaan dalam dunia kewartawanan. Kriteria wartawan yang banyak dicari sekarang adalah yang telah memiliki pengalaman dalam bidangnya. Bahkan pemateri mengatakan bahwa jurnalis adalah profesi dimana seseorang bisa menguasai ilmu dari berbagai bidang. Orang lain boleh saja adalah seorang ahli fiqih, ahli hukum, dan ahli-ahli lainnya. Tapi seorang jurnalis bisa menuliskan semua bidang kedalam satu tulisan.


Kuliah umum yang telah diselenggarakan kedua kalinya selama satu semester itu selesai sekitar pukul 12 siang. Bapak Saptoni, M.A sebagai moderator acara memutuskan untuk  tidak menarik kesimpulan dari materi kuliah umum siang itu. Menurutnya semua aspek materi berbobot dan penting untuk diingat. Kepala dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Bapak Drs. Abdul Rozaki berharap mahasiswa yang menghadiri kuliah umum bisa mendapat bekal ilmu tentang kejurnalistikan yang bermanfaat untuk kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar