Selasa, 18 Oktober 2016

Menjadi Abadi



Membaca adalah hal pokok yang dibutuhkan setiap individu di dunia. Membaca bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. “Buku adalah jendela dunia.” Pepatah itu sudah seringkali digembor-gemborkan meskipun tanpa sadar kita tidak pernah benar-benar memahaminya. Minat baca di Indonesia masih sangat rendah ketimbang negara-negara berkembang lainnya. Melihat kenyataan ini, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat negara-negara itu berubah menjadi negara maju dan Indonesia masih saja pada titik negara berkembang, mengerikan.

            Selain minat baca yang rendah, minat menulis lebih parah dan memprihatinkan. Jarang sekali orang meluangkan satu jam saja waktu seharinya untuk menulis. Menulis disini bukanlah menulis perkataan orang lain atau menulis rangkuman mata kuliah, tapi lebih ditekankan kepada proses menulis kreatif atau menghasilkan karya tulis seperti mengarang. Dalam kegiatan mengarang otak kita bekerja penuh konsentrasi. Hal itu sangat bagus untuk mengasah ketajaman dan kreatifitas otak manusia.
            Kedua hal pokok yang begitu penting dalam dimensi kehidupan manusia justru telah lama diabaikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Usut punya usut, ternyata ini adalah salah satu masalah besar kenapa negara tercinta kita tidak juga berubah dari negara berkembang menjadi negara maju. Proses kreatif membaca dan menulis telah lama ditinggalkan dan dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting.
            Di Jepang, meskipun setiap orang sibuk bekerja mereka tidak pernah melewatkan seharipun tanpa membaca. Disana membaca sudah seperti kebutuhan pokok yang tidak dapat ditinggalkan. Seharusnya msyarakat Indonesia banyak bercermin kepada kebiasaan orang-orang dari negara maju. Bagaimana Indonesia bisa maju jika sumberdaya manusianya menutup mata dari ilmu pengetahuan dan kebiasaan penting seperti membaca dan menulis.
            Pepatah lain mengatakan “menulislah jika kau ingin hidup abadi.” Menjadi penulis hebat yang karyanya menyebar keseluruh dunia memang membuat seseorang  menjadi abadi. Walaupun jasadnya suatu saat menghilang sesuai hukum alam, namanya akan tetap ada diantara masyarakat. Karya-karyanya akan selalu dibaca dan dibutuhkan. Dalam Islam kejadian semacam ini disebut sebagai ilmu yang bermanfaat yang menjadikan pahala terus mengalir. Hal ini juga dikenal dengan istilah amal jariyah. Sepanjang ini kita bisa melihat betapa banyak manfaat membaca dan menulis yang seringkali diabaikan.
            Kendala yang menjadi momok sebagian besar orang sehingga takut menulis adalah persepsi tentang “menulis itu sulit.” Pada dasarnya tidak ada yang sulit di dunia ini. Hanya apakah kita mau tekun berusaha dan terus mencoba atau tidak. Menulis bukanlah proses yang memerlukan bakat bawaan sejak lahir. Semua orang yang rajin berlatih akan menemui kemudahan dalam menulis. Karena penulis yang hebat adalah penulis yang lahir dari lamanya proses kreatif.
            Para penulis hebat yang namanya telah mashur dikalangan masyarakat adalah orang-orang yang telah lama melewati proses belajar menulis. Tidak semua orang tau seberapa lama mereka berjuang hingga berhasil melahirkan karya tulis fenomenal. Kebanyakan orang hanya mau melihat kesuksesan yang telah diraihnya sekarang tanpa melihat prosesnya.
            Mulailah menulis sejak dini. sebelum proses menulis itu berlangsung, alangkah baiknya jika kita mengisi kepala dengan bahan-bahan utama menulis yaitu ilmu-ilmu dari bahan bacaan. Membaca secara tidak langsung akan mempengaruhi seseorang untuk menuangkan apa yang telah dibacanya kedalam tulisan. Orang yang membaca akan lebih mudah menulis karena ia telah membaca berbagai tulisan orang lain.
Membaca dan menulis adalah pasangan proses kreatif yang tidak bisa dipisahkan. Jika kita berhasil mensinkronkan keduanya maka jaminannya adalah kita akan menjadi abadi. Yaitu bermanfaat bagi banyak orang dalam jangka waktu begitu lama. Jadikanlah pasangan ini perkara pokok yang harus dilakukan setiap saat dan setiap waktu. Lakukan dengan kontinue dan sepenuh hati, yakinlah bahwa proses tidak akan pernah megkhianati hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar