Sebuah kapsul
terbang mendarat sembarangan di halaman lantai dua rumah bercat biru. Seorang
laki-laki berambut hitam memakai pin pada lengan baju bertuliskan namanya,
"Rev Pait", keluar dari dalam kapsul, berjalan tergesa menuju pintu
rumah yang terbuka otomatis saat ia melewatinya. Air muka laki-laki itu begitu
cemas dan tak tenang. Kapsul bermuatan dua orang manusia dewasa dengan bagasi
di bagian belakang yang cukup menampung dua koper besar itu dibiarkan terbuka.
Cerita Kecil
Menulis untuk keabadian
Jumat, 18 Januari 2019
Jumat, 11 Mei 2018
RUH
Aku adalah
arwah tak tenang. Bergentayangan di atas atap-atap rumah, melihat beribu
ketidakberesan, namun hanya bisa diam. Kenapa aku mati secepat ini? Aku
menyesal karena tidak memaksimalkan kesempatanku dalam hidup.
Jajaran bintang-gemintang, air,
tumbuhan, hewan dan seluruh makhluk bernyawa di dalam kosmos memiliki satu
keniscayaan yang sama dan pasti. Bagaimanapun kau hendak memungkirinya, ia akan
datang tanpa tawar. Seperti munculnya asap setelah menyalanya api, kematian
adalah perkara pasti. Tak peduli kau tahu kapan kematian datang, atau saat kau
tidak tahu kematian akan menjemput, kematian adalah hal absolut.
Jumat, 06 Oktober 2017
Sadako Bukan Hantu!
Malam
itu desir ombak bersahutan mengisi hening. Bulan bersinar cerah seperti
matahari yang terbit dari balik bukit timur. Bintang-bintang tersenyum
menyaksikan lingkaran mahasiswa di tepi pantai yang oleh manusia dilabeli
dengan istilah Pantai Parangtritis. Niat-niat nan tulus terpancar dari wajah
mereka, duduk melingkar saling memberi kehangatan.

Rabu, 03 Mei 2017
Kampus: Miniatur Carut-Marutnya Negara oleh Politik Praktis
Sesungguhnya
tidaklah pantas jika kampus dikatakan sebagi miniatur negara. Seolah-olah
kampus yang seharusnya menjadi wadah mahasiswa bersama-sama mencari ilmu
berubah menjadi cermin keadaan negara. Bukan raahasia lagi jika keadaan negara
saat ini tengah carut-marut oleh kepentingan segelintir orang. Politik praktis,
korupsi, saling menjatuhkan antara aparatur negara dan berbagai konflik
lainnya. Hal ini juga tercermin pada keadaan kampus saat ini, terutama kampus
dengan organisasi mahasiswa yang begitu beragam. Akibat keberagaman dan
kurangnya rasa persatuan antara organisasi satu dengan organisasi lain,
dinamika organisasi kampus lalu berubah menjadi politik praktis. Dimana
organisasi mahasiswa hanya antusias merebut kursi kepresidenan seperti Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Minggu, 19 Februari 2017
Negeri Hutan
Desa
itu berada tepat di tepi sebuah hutan lebat yang konon katanya, menurut
penduduk desa dihuni oleh para iblis jahat. Tak seorangpun pernah menginjakkan
kaki disana. Jangankan mendatangi hutan, melihatnya berlama-lama, bahkan dari
kejauhan sekalipun sudah sangat terlarang. Para tetua mengatakan hal itu akan
membahayakan jiwa kita. Karena jika saja seseorang tidak sengaja melihat salah
satu penampakan iblis jahat, maka mereka akan mencuri jiwanya.
Minggu, 12 Februari 2017
Fur Therese
Salju
turun lebat sekali di luar jendela. Cuaca terasa begitu dingin dan malam terus
beranjak larut. Therese belum bisa menutup kelopak mata, salju yang turun
menarik perhatiannya untuk tetap terjaga malam ini. Gadis yang tidak seharusnya
berada di daerah subtropis itu tercenung sendiri, salju yang selalu ingin
dilihatnya kini jelas terhampar tanpa henti. Andai saja waktunya tepat, Therese
yang berjiwa Mareta itu pasti sudah berlari keluar sejak tadi untuk bermain
bola-bola salju. Hanya saja, terperangkap dalam tubuh orang lain membuat Mareta
melupakan semua mimpi-mimpi kecilnya.
Rabu, 23 November 2016
Fourteen
Siang beranjak begitu lambat. Aku
mengulurkan tali tampar panjang keluar dari jendela kamar. Kuikatkan tali itu
pada kaki almari. Kemudian aku keluar dari kamarku di lantai tiga dengan
merayap menggunakan tali tampar seperti ahli panjat tebing.
Langganan:
Komentar (Atom)





